Tampilkan postingan dengan label Vagina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vagina. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Agustus 2011

Tips jitu menguji kesehatan vagina atau mr.V kamu

0 komentar
Dr.Paul Summers dari Fakultas Kedokteran Universitas Utah, Amerika Serikat telah menyusun 3 tes sederhana untuk mendeteksi infeksi vagina stadium tinggi. Tes ini bisa dilakukan sendiri di rumah. Tertulis dalam sebuah situs kesehatan, bahwa dengan tes sederhana ini, Dr. Summers dan koleganya secara tepat berhasil mengidentifikasi 41 dari 47 perempuan yang terkena infeksi vagina. Tingkat ketepatan tes ini sebesar 87 pasien.

Tes 1
Periksalah vagina atau cairan vagina Anda. Jika baunya tidak sedap atau lain dari biasanya, itu pertanda gejala bacterial vaginosis (infeksi vagina yang disebabkan oleh bakteri)

Tes 2
Ambil setetes hydrogen peroxide (larutan 3 %). Larutan ini umumnya dijual di toko bahan kimia atau farmasi. Campur larutan dengan lendir vagina yang baru dan letakkan di atas kaca bersih. Jika campuran berbusa, berarti menunjukkan enzim katalase dalam sel darah putih yang sedang melawan infeksi bakteri pada vagina. Hal ini jelas menandakan tengah terjadi pada infeksi di vagina.

Tes 3
Lakukan uji keasaman vagina untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi jamur. Caranya dengan menyentuhkan kertas pH pada cairan vagina. Kertas pH bisa Anda beli di toko farmasi atau bahan kimia. Bila pH menunjukkan angka jauh kurang dari 7 pada skala pH, menandakan telah terjadi infeksi jamur karena lingkungan vagina yang terlalu asam.
Sumber : dari berbagai sumber
selengkapnya >>

Senin, 24 Januari 2011

Tips Tes Kesehatan Vagina

0 komentar
Tips Tes Kesehatan Vagina

Dr.Paul Summers dari Fakultas Kedokteran Universitas Utah, Amerika Serikat menyusun tiga tes sederhana untuk mendeteksi infeksi vagina stadium tinggi. Tes ini bisa dilakukan sendiri di rumah. Dengan tes sederhana ini, Dr. Summers dan koleganya secara tepat berhasil mengidentifikasi 41 dari 47 perempuan yang terkena infeksi vagina.
Tingkat ketepatan tes ini sebesar 87 pasien. Anda mau tahu tesnya seperti apa?

- Tes pertama
Periksalah vagina atau cairan vagina Anda. Jika baunya tidak sedap atau lain dari biasanya, itu pertanda gejala bacterial vaginosis (infeksi vagina yang disebabkan oleh bakteri)

- Tes kedua
Ambil setetes hydrogen peroxide (larutan 3 %). Larutan ini umumnya dijual di toko bahan kimia atau farmasi. Campur larutan dengan lendir vagina yang baru dan letakkan di atas kaca bersih. Jika campuran berbusa, berarti menunjukkan enzim katalase dalam sel darah putih sedang melawan infeksi bakteri pada vagina. Hal ini jelas menandakan sedang berlangsung infeksi di vagina.

- Tes ketiga
Lakukan uji keasaman vagina untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi jamur. Caranya dengan menyentuhkan kertas pH pada cairan vagina. Kertas pH bisa Anda beli di toko farmasi atau bahan kimia. Bila pH menunjukkan angka jauh kurang dari 7 pada skala pH, menandakan telah terjadi infeksikarena karen fingkungan vagina yang terlalu asam. Nah, selamat mencoba.

Uang Gratis



I check the health of the vagina
selengkapnya >>

Tips Ramuan untuk Menyempitkan Vagina

0 komentar
Tips Ramuan untuk Menyempitkan Vagina

Gunakan 15 lembar daun sirih, 3 buah kulit pinang muda, 3 buah gambir dan kapur sirih secukupnya. Kulit pinang disobek-sobek kecil, gambir ditumbuk halus, kapur sirih diayak bersih. Semua bahan direndam dengan 2 liter air yang telah mendidih, tunggu beberapa saat hingga mengendap dan agak dingin. Gunakan untuk membasuh vagina berulang-ulang beberapa kali sehari.

Uang Gratis

selengkapnya >>

Tips Ramuan untuk Mengharumkan Vagina

0 komentar
Tips Ramuan untuk Mengharumkan Vagina

Gunakan 25 gram daun kemangi, 5 gram pandan wangi, 5 gram gula aren, 1 gram garam dapur. Kemangi dan pandanwangi ditumbuk halus jadi satu, diberi 1/2 gelas air, diperas dan disaring, diberi garam, masukkan gula aren. Diaduk sampai rata hingga gula menjadi larut. Diminum beberapa jam setelah makan malam, selama 2 minggu.

Uang Gratis

selengkapnya >>

Tips Ramuan Agar Vagina Kesat

0 komentar
Tips Ramuan Agar Vagina Kesat

Gunakan 30 gram daun pepaya 20 gram daun sirih, 1 buah cabe rawit secukupnya. Daun pepaya, sirih dan cabai hijau hijau, asam jawa ditumbuk halus jadi satu, diberi 1/2 gelas air panas, disaring kemudian masukkan asam dan diaduk sampai rata. Diminum pagi dan menjelang tidur malam selama beberapa hari.

Uang Gratis

selengkapnya >>

Sabtu, 22 Januari 2011

Tips Memutihkan Ketiak dan Selangkangan Dengan Cepat

2 komentar
Tips Memutihkan Ketiak dan Selangkangan Dengan Cepat

Biasanya wanita merasa risi dan terganggu dengan area sekitar vagina, selangkangan, dan paha atas yang berwarna lebih gelap dari bagian tubuh lainnya.

Berikut beberap faktor penyebabnya:

a. Warna gelap di area selangkangan ini bisa terjadi karena berbagai faktor, antara lain faktor hormonal maupun akibat iritasi pada lipatan selangkangan dekat vagina yang meninggalkan pigmentasi berlebih.

b. Wanita dengan berat badan berlebih sering mengalami masalah ini. Resistensi insulin yang kerap terjadi pada wanita dengan berat badan berlebih memicu warna lebih gelap pada area lipatan.

Berikut ini adalah kumpulan tips memutihkan ketiak dan juga selangkangan yang menghitam dengan cara tradisional, alami dan non bahan kimia.

1. Gunakan kapur sirih dan jeruk nipis, campurkan keduanya lalu sapukan ke bagian ketiak yang hitam sampai merata pada saat habis mandi.

2. Gunakan campuran parutan ketimun yang di campur buah lemon selama 20 menit, setelah itu di cuci dengan air hangat

3. Ambil tawas lalu rendam dengan air hangat oleskan tipis-tipis ke ketiak anda, selain memutihkan ketiak tawas juga menghilangkan bau badan tidak sedap. Lakukanlah rutin selama 3 minggu atau lebih insya alloh ketiak anda akan lebih cerah dan tidak bau.

Uang Gratis

selengkapnya >>

Tips Merawat Vagina Agar Menjadi Bersih, Harum dan Rapet Kembali

0 komentar
Tips Merawat Vagina Agar Menjadi Bersih, Harum dan Rapet Kembali

Penting bagi wanita untuk selalu merawat tubuh dan memperhatikan kebersihan organ kewanitaannya (Miss V). Mengapa? Karena daerah vital ini sangat rentan terhadap jamur dan penyakit. Tentunya, sebagai seorang istri, Anda ingin selalu bisa menyenangkan suami, bukan?

Tubuh kita pada dasarnya memiliki mekanisme perlindungan bila ada gangguan datang dari luar tubuh. Demikian juga yang terjadi pada vagina. Bila ada kotoran, vagina memiliki mekanisme pembersihan sendiri dengan mengandalkan koloni bakteri normal yang menjaga keseimbangan mikro organisme di dalam dan di sekitar alat vital.

Namun, sayang keseimbangan dapat terganggu bila pemiliknya tidak begitu peduli dengan organnya. Penggunaan celana basah atau celana dalam terlalu ketat misalnya dapat mengganggu keseimbangan itu. Dalam keadaan tertentu, perawatan vagina tidak cukup hanya membersihkan bagian luar.

Ada beberapa cara yang biasa dilakukan dalam rangka merawat organ reproduksi wanita ini. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda pertimbangkan:

1. Bilas dengan cairan pembersih

Cairan pembersih khusus biasanya digunakan dengan cara menyemprotkannya ke dalam vagina. Dengan bahan aktif yang mampu melumpuhkan bakteri, kuman serta jamur, cairan pembilas ini bisa digunakan dalam beberapa menit. Biasanya penggunaanya harus dengan pengawasan dokter. Karena itu, selain cairan pembilas, obat-obatan untuk mengatasi gangguan yang ada juga akan diberikan. Tidak semua gangguan bisa diselesaikan dengan cairan ini. Biasanya cairan ini hanya dapat mengatasi keputihan. Jadi tidak akan mampu mengatasi penyakit kelamin apalagi penyakit menular seksual.

2. Sinar laser

Laser digunakan karena obat yang biasanya digunakan untuk membunuh kuman di vagina biasanya butuh waktu lama. Apalagi kalau terjadi resistensi obat. Laser yang digunakan biasanya jenis level rendah atau low level laser therapy. Formulasi dari sinar inframerah dan ultraviolet ini dikatakan mampu membersihkan bakteri, jamur, dan virus dalam waktu yang relatif cepat. Untuk gangguan ringan, penembakan biasanya dilakukan dalam jangka waktu 15 menit sekali. Bila gangguan sudah berat, butuh puluhan menit dengan beberapa kali tembakan dalam beberapa hari. Obat juga kerap diberikan oleh dokter setelah penembakan laser dilakukan.

3. Terapi Ozon

Dr. Mulyadi Tedjapranata, MD, dari Klinik Medizone menyebutkan metode penggunaan terapi ozon ini layaknya menggunakan cairan pembersih. Dengan alat yang disebut vaginal insuflation, ozon dimasukkan ke organ kewanitaan dalam takaran tertentu (tergantung kasus). “Jadi prinsipnya ozon ini berfungsi sebagai disinfektan yang bisa membunuh kuman bakteri dan tujuannya untuk mencegah masuknya kuman yang memungkinkan timbulnya penyakit,” katanya.
Selain itu, dengan periode waktu tertentu pula (tergantung kasus), ozon diperlukan agar kebersihan vagina bisa terjaga.
Agar pengobatan efektif, biasanya terapi ini dikombinasi juga dengan obat-obatan. Namun, dalam hal ini ozon tidak bisa digunakan untuk mengatasi penyakit seksual atau penyakit menular seksual. Dan yang jelas, terapi ini harus dilakukan dengan seorang dokter yang ahli dalam hal ini. Sebab, jika tidak digunakan secara tepat, memasukkan ozon ke organ kewanitaan hanya akan menyebabkan berkembang biaknya bakteri yang malah merugikan vagina.

4. Penguapan hangat

Dalam ratus perawatan tubuh secara tradisional, penguapan hangat biasanya juga digunakan untuk vagina. Meksi begitu, penguapan jelas tidak efektif membunuh mikroorganisme.

Penguapan ini biasanya menggunakan ramuan wewangian sehingga menghangatkan dan membuat vagina wangi. Karena itu selayaknya cara ini dilakukan seperti kita menggunakan parfum untuk badan. Tidak ada alasan lain selain alasan kosmetik.
Dengan demikian, meski dikatakan penguapan merupakan satu cara merawat vagina, langkah ini bukan untuk mencegah timbulnya penyakit apalagi menghilangkan gangguan.

5. Gurah vagina
Meski ada yang menawarkan dan mencoba melakukan langkah ini, cara seperti ini diragukan efektivitasnya. Apalagi yang menanganinya jelas-jelas bukan dokter. Bisa jadi, semua mikrooganisme entah, baik yang merugikan maupun yang normal akan mati dan hilang dari vagina. Akibatnya, justru vagina malah akan mengalami gangguan.

6. Spa Vagina
Ini adalah metode perawatan bagian reproduksi wanita yang menggabungkan berbagai terapi kuno. Ada teknik pengasapan atau penguapan. Ada juga teknik pijat akupresur yang diterapkan pada seluruh tubuh dan terutama vagina. Ada juga meditasi gerak atau semacam kegel khusus untuk vagina. Beberapa terapi ini jelas merupakan terapi yang aman dan semua orang kenal terapi ini. “Jadi terapi V-spa itu sebenarnya terapi yang umum digunakan dalam perawatan kesehatan, hanya kali ini khusus diterapkan untuk bagian vagina saja,” ungkap Hj. Worro Harry Soeharman, M.Ph, MKA, penggagas terapi ini.

7. Kuras Vagina
Ini adalah pengontrolan dan pembersihan vagina sampai ke mulut serta rongga rahim. Langkah ini menjadi tindakan awal supaya jamur atau kuman tidak merembet sampai ke rongga rahim atau saluran telur yang bisa mengakibatkan kemandulan atau infeksi yang bisa menyebabkan munculnya kanker.

Para wanita yang menderita keputihan, acap kali kambuh penyakitnya karena kurang diobati tuntas. Mengobati daerah sekitar vagina saja belum cukup, sebaiknya sampai ke bagian dalam. Merawat ‘Miss V’ dengan ramuan alami dan tradisional Insya Allah lebih aman dari bahan-bahan kimia yang merusak. Anda bisa mencoba beberapa ramuan berikut:

Tumbuhan Tradisional untuk merawat “Miss V” Anda:

1. Daun pepaya & Sirih

Kombinasi tumbukan daun papaya dan daun sirih ternyata berkhasiat untuk membuat organ kewanitaan menjadi keset. Caranya, daun papaya dan sirih ditambahkan cabai hijau ditumbuk sampai halus. Beri air panas, lalu saring. Setelah itu campurkan dengan asam kawak secukupnya. Ramuan ini diminum pagi dan malam hari selama beberapa hari.

2. Kemangi & Pandan

Wanginya kemangi dan daun pandan bermanfaat untuk membuat organ V menjadi harum. Caranya, kemangi dan pandan wangi ditumbuk halus jadi satu, lalu diberi 1/2gelas air, diperas dan disaring. Setelah itu, beri garam sedikit dan masukkan gula aren. Diaduk sampai rata hingga gula menjadi larut. Diminum beberapa jam setelah makan malam, selama 2 minggu.

3. Sirih, gambir, & Kulit pinang muda

Ingin serasa gadis kembali? Ramuan sirih, gambir, dan kulit pinang muda bisa membuat Anda merasa menjadi gadis kembali. Caranya, kulit pinang disobek-sobek kecil, gambir ditumbuk halus, kapur sirih diayak bersih. Semua bahan tadi direndam dengan air yang mendidih, biarkan mengendap dan dingin. Setelah itu, Anda bisa menggunakannya untuk membasuh organ V beberapa kali sehari.

4. Daun sirih, kayu manis, sereh, temugiring, daun pandan, jahe, brotowali, daun kumis kucing, kulit kayu pule, dan jati belanda

Bagi Anda kaum wanita khususnya yang sudah bersuami dan menginginkan vagina yang kencang, keset, harum agar suami betah dirumah, kini mengencangkan vagina dapat Anda lakukan sendiri di rumah. Siapkan sebanyak 100 gram bahan herbal kering, di antaranya kunyit, daun sirih, kayu manis, sereh, temugiring, daun pandan, jahe, brotowali, daun kumis kucing, kulit kayu pule, dan jati belanda.

Rebus bahan-bahan tersebut dalam 1/2 liter air selama 10 menit atau sampai warnanya kuning kecokelatan. Akan lebih baik jika suhu saat merebus antara 27-28 derajat celcius. Tempatkan rebusan herbal pada sebuah wadah, semisal baskom.
Cara penggunaan, siapkan bangku khusus ratus (berlubang di bagian tengah, pas dengan posisi vagina) lalu letakkan baskom rebusan herbal di bawahnya. Duduklah di atasnya dengan posisi yang nyaman. Selimuti bagian pinggang ke bawah dengan kain agar uap dari rebusan herbal bisa mengarah ke area intim. Rasakan sensasi dan keharuman khas yang tercipta. Lakukan selama sekitar 30 menit atau sampai uap rebusan herbal sudah tidak ada lagi. Sempatkan dua minggu sekali untuk melakukan ini.

Uang Gratis

selengkapnya >>

Kamis, 20 Januari 2011

Tips Merawat Vagina

0 komentar
Tips Merawat Vagina

Bilas dengan cairan pembersih

Cairan pembersih khusus digunakan dengan cara menyemprotkannya ke dalam vagina. Berisi bahan aktif yang melumpuhkan bakteri, kuman, serta jamur. Cairan ini bisa digunakan dalam beberapa menit. Penggunaannya harus dengan pengawasan dokter. Karena itu, selain cairan pembilas, obatan untuk mengatasi gangguan yang ada juga akan diberikan. Tidak semua gangguan bisa diselesaikan dengan cara ini. Paling hanya dapat mengatasi keputihan. Jadi, tidak akan mampu mengatasi penyakit kelamin, apalagi penyakit menular seksual (PMS).

Sinar Laser

Laser diperlukan karena penggunaan obat pembunuh kuman di vagina biasanya butuh waktu lama, apalagi kalau terjadi resistensi obat. Laser yang digunakan biasanya jenis level rendah atau low level laser therapy. Formulasi dari sinar inframerah clan ultra violet ini mampu membersihkan bakteri, jamur, dan virus dalam waktu relatif cepat.
Untuk gangguan ringan, penembakan biasanya dilakukan selama 15 menit sekali. Bila gangguna sudah berat, butuh puluhan menit dengan beberapa kali tembakan dalam beberapa hari. Obat juga kerap diberikan oleh dokter setelah penembakan laser.

Terapi ozon

Dr. Mulyadi Tedjapranata, MD, dari Klinik Medizone, menyebutkan bahwa metode penggunaan terapi ozon ini layaknya menggunakan cairan pembersih. Dengan alat yang disebut vaginal insufflations, ozon dimasukkan ke organ kewanitaan dengan dosis sesuai kasus.
“Prinsipnya ozon ini berfungsi sebagai desinfektan yang bisa membunuh kuman. Tujuannya untuk mencegah masuknya kuman penyebab penyakit,” ujarnya. Dengan periode waktu tertentu pula (tergantuk kasus), ozon diperlukan agar kebersihan vagina terjaga. Agar pengobatan efektif, biasanya terapi ini dikombinasi dengan obat-obatan. Namun, ozon tidak bisa digunakan untuk mengatasi penyakit seksual atau PMS. Dan yang jelas, terapi ini dilakukan oleh dokter yang ahli dalam hal ini. Jika tidak digunakan secara tepat, memasukkan ozon ke organ kewanitaan hanya akan menyebabkan berkembangbiaknya bakteri yang malah merugikan vagina.

Penguapan hangat

Dalam ritus perawatan tubuh secara tradisional, penguapan hangat biasa digunakan untuk vagina. Meski begitu, penguapan jelas tidak efektif membunuh mikroorganisme. Penguapan ini menggunakan ramuan wewangian sehingga mengharumkan vagina, selain menghangatkan. Karena itu, selayaknya cara ini dilakukan seperti kita menggunakan parfum badan. Tidak ada alasan selain alasan kosmetik. Meski penguapan disebut sebagai salah satu cara merawat vagina, langkah ini bukan untuk mencegah penyakit, apalagi menghilangkan gangguan.

Gurah vagina

Meski tak sedikit yang tertarik mencobanya, gurah vagina masih diragukan efektivitasnya. Apalagi yang menangani jelas-jelas bukan dokter. Tindakan ini bisa membuat semua mikroorganisme yang merugikan maupun yang normal akan mati clan hilang dari vagina. Akibatnya, vagina justru berisiko terganggu.

Spa vagina

Ini metode perawatan alat reproduksi wanita yang menggabungkan berbagai terapi kuno. Ada teknik pengasapan atau penguapan. Ada juga teknik pijat akupresur pada seluruh tubuh dan terutama vagina. Ada juga meditasi gerak atau semacam kegel khusus untuk vagina. Beberapa terapi tersebut cukup aman. “Terapi spa sebenarnya umum digunakan dalam perawatan kesehatan, hanya kali ini. Khusus diterapkan untuk bagian vagina saja,” ungkap Hj. Worro Harry Soeharman, M.Ph, MKA, penggagas terapi V-spa.

Kuras vagina

Ini adalah pengontrolan dan pembersihan vagina sampai ke mulut serta rongga rahim. Langkah ini menjadi tindakan awal agar jamur atau kuman tidak merembet ke rongga rahim atau saluran telur, yang bisa mengakibatkan kemandulan atau infeksi yang bisa memicu kanker. Wanita yang menderita keputihan hendaknya tidak menunda pengobatan. Supaya tidak repot, penderita bisa mendatangi klinik semacam. Klinik Pasutri atau Pusat Pelayanan Keluarga yang memberi pelayanan, mulai dari wawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, serta membersihkan vagina sampai ke rongga rahim hingga pengobatannya tuntas.
Caranya, ujung vagina sampai rongga rahim diteropong dengan speculum. Dengan alat penjepit kain kasa (gaas) yang terlebih dulu direndam dalam betadin ini, tindakan “kuras” dilakukan.
Tidak perlu takut, karena tindakan ini sederhana tidak tidak menyiksa. Usai hasil laboratorium diketahui, dokter akan memberikan obat yang tepat. Bisa berupa obat minum atau tablet yang dimasukkan ke lubang vagina. Setelah tiga bulan, pasien diharapkan kembali untuk cek ulang. Keputihan acap kali kambuh bila tidak diobati secara tuntas. Mengobati daerah sekitar vagina saja belum cukup, sebaiknya sampai ke dalam. Para ibu yang menghadapi masalah dengan pasangan sehubungan kasus ini bisa sekalian berkonsultasi.

Ganti Celana 2-3 kali

Derajat keasaman vagina menurut Dr. Boy Abidin, Sp. OG, antara 7,1 – 7,3. Untuk menjaga kesehatan vagina, perempuan setidaknya memahami beberapa hal ini:

Sesering mungkin mengganti pembalut, terutama saat menstruasi. Darah yang keluar bisa menjadi media tumbuhnya kuman.

Sesudah berhubungan seks, bagian luar vagina sebaiknya selslu dibersihkan. “Tentu tidak dengan sabun biasa,” kata Boy. Sebaiknya pembersih vagina bila memang ada infeksi di daerah kemaluan. Saat membersihkan vagina, bilas dari arah depah ke belakang. Hal ini untuk menghindari terbawanya kuman dari anus ke vagina. Lebih baik air untuk membersihkan langsung ditadah dari keran biasa atau dengan keran semprot. Air yang terkumpul di ember atau bak mandi bisa saja terkontaminasi air kencing orang lain, spora, jamur, atau kuman.

Bila menggunakan kertas tisu, Anda harus hati-hati. Lendir dan air memang terserap, tetapi hendaknya diingat bahwa tidak semua tisu terjamin kualitasnya. Tisu yang terbuat dari serbuk kayu ada yang tercemar jamur kalau proses pembuatannya kurang baik.
Jaga organ intim agar tidak lembab setelah buang air kecil atau buang air besar. Bilas vagina sampai bersih, kemudian keringkan sebelum memakai celana dalam. Usahakan agar daerah kemaluan dan selangkangan selalu kering lebih-lebih bagi yang bertubuh gemuk. Suasana lembab sangat disukai jamur.

Gantilah celana dalam sekurang-kurangnya dua sampai tiga kali sehari.
Sebaiknya tidak mengenakan celana terlalu ketat, berbahan nilon, jins, dan kulit. Pakai celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat. Panty liner sebaiknya hanya digunakan antara 2-3 jam. Jangan biarkan celana basah atau lembab karena memberi peluang tumbuhnya jamur.
Bagi wanita yang pernah melahirkan dan berhubungan seks, setidaknya lakukan pap smear sekali setahun. Untuk mereka yang sudah menopause, lakukan 2-3 tahun sekali.

Jaga berat badan normal. Jangan sampai kegemukan karena menyebabkan vagina tertutup lipatan lemak sehingga lembab. Jaga kesehatan tubuh secara umum dengan mengasup makanan bergizi seimbang.
Lakukanlah hubungan seksual hanya dengan satu orang. Sering berganti pasangan seks akan menambah kemungkinan terinfeksi.

Menurut Dr. Boyke Dian Nugraha, Sp.OG, ada dua jenis keputihan, yaitu:

Fisiologi, dengan ciri:

  • Tidak gatal, tidak berbau.
  • Lendir berwarna bening.
  • Terjadi hanya pada masa subur (wanita usia 20 – 40-an)
  • Terjadi menjelang haid.
  • Terjadi saat hamil karena terkait dengan faktor hormonal. Terjadi sehabis berhubungan seks.
  • Karena stres, kelelahan, celana dalam terlalu ketat.

Patologis dengan ciri:

  • Keluar lendir berlebihan disertai infeksi.
  • Gatal, pedih, vagina kemerahan.
  • Lendir berubah warna.

Uang Gratis

selengkapnya >>

Tips Stabilkan Kerapatan Vagina

0 komentar
Tips Stabilkan Kerapatan Vagina

  • Sesering mungkin mengganti pembalut.
  • Sesudah berhubungan seks, bagian luar vagina sebaiknya selalu dibersihkan. “Tentu tidak dengan sabun biasa,” kata Dr Boy. Sebaiknya gunakan sabun pembersih khusus vagina.
  • Gantilah celana dalam sekurang-kurangnya 2-3 kali sehari.
  • Gunakan celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat. Bila menggunakan panty liner sebaiknya selama 2-3 jam saja.
  • Tidak mengenakan celana berbahan nilon, jins, dan kulit yang terlalu ketat.
  • Bagi wanita yang pernah berhubungan seksual dan melahirkan, setidaknya lakukan pap smear sekali setahun. Untuk mereka yang sudah menopause, lakukan 2-3 tahun sekali.
  • Jaga berat badan agar normal. Jangan sampai kegemukan karena membuat vagina tertutup lipatan lemak sehingga lembab.
  • Jaga kesehatan tubuh secara umum dengan mengasup makanan bergizi seimbang.

Uang Gratis

selengkapnya >>

Tips Mengharumkan Vagina

0 komentar
Tips Mengharumkan Vagina

Jagalah selalu kebersihannya. Jika ingin membersihkan bagian ini, Anda harus pastikan kuku Anda tidak panjang karena khawatir vagina Anda akan terluka saat Anda akan menggosok bagian inti ini.
Ganti pakaian dalam Anda sedikitnya 2 kali sehari. Jika Anda merasa sedang berkeringat, tidak ada salahnya mengganti pakaian dalam Anda 3-4 kali sehari. Ini penting untuk menjaga keharumannya.
Jika sedang datang bulan, gantilah sesering mungkin pembalut Anda, terutama jika sedang banyak. Jangan samai membiarkan pembalut lengket seharian.
Perawatan secara tradisional adalah dengan cara menumbuk daun kemangi secukupnya, pandan wangi sedikit. Setelah itu dicampur air setengah gelas dan diperas. Air perasan ini dicampurkan dengan gula aren dan garam secukupnya, lalu diminum. Lakukan ini selama 2 minggu secara rutin setiap hari. Setelah itu, Anda bisa mengatur sendiri kapan perlu meminum ramuan ini. Resep ini, konon sudah dilakukan orang-orang tua jaman dulu dan telah terbukti kenyataanya. Selamat mencoba!

Uang Gratis

selengkapnya >>

Mencegah Jamur Dari Vagina

0 komentar
Mencegah Jamur Dari Vagina


Tips Mencegah Jamur Dari Vagina :

  • Pakailah celana dalam yang terbuat dari bahan katun.
  • Hindari celana panjang dan celana pendek yang ketat.
  • Ganti pakaian segera setelah berolahraga.
  • Segera lepaskan pakaian renang Anda sehabis berenang.
  • Hindari makanan yang banyak mengandung gula.
  • Mengganti pembalut sesering mungkin.
  • Menahan diri dari aktivitas seksual ketika sedang didiagnosa terkena infeksi jamur, karena bisa meningkatkan jamur.
  • Jangan gunakan spray kesehatan wanita, karena produk ini dapat mengubah keseimbangan PH dalam vagina, yang dapat memicu infeksi.

Uang Gratis

selengkapnya >>

Senin, 17 Januari 2011

Mencuci Daerah Sekitar Vagina

0 komentar
Mencuci Daerah Sekitar Vagina

Hati-hati mencuci vagina, karena jika tidak tepat antara tujuan dan hasil malah berbanding berbalik. Maksudnya ingin bersih dan sehat, hasilnya justru menimbukan penyakit.

Pencucian vagina telah terbukti mengubah flora di sekitar vagina, yaitu membunuh bakteri yang menguntungkan dan menjaga vagina, yaitu membunuh bakteri yang menguntungkan dan menjaga vaginapada tingkat keasaman pH. Walau bakteri normal kembali ke bentuk semula dalam 72 jam sejak pencucian. Menggunakan obat pencuci vagina tertentu berulang-ulang justru bisa menimbulkan pertumbuhan berlebih organisme penyebab penyakit. Perubahan-perubahan di sekitar vagina dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri berlebihdi vagina yang merupakan sebab paling umum timbulnya cairan dan bau pada vagina.

Pencucian vagina berhubungan dengan penyakit peradangan pinggul yaitu infeksi rahim dan tuba falopi yang bisa merusak kesuburan, serta kehamilan ektopik di mana telur yang di buahi tertanam di luar rahim, suatu kondisi yang bisa mengancam nyawa.

Pencucian vagina berisiko sangat tinggi terhadap masalah kesehatan yang berhubungan dengan vagina. Di anjurkan agar pencucian vagina di hindari pada wanita muda dan gadis remaja.

Pelarangan pencucian vagina secara rutinitas itu tidak terkecuali dengan menggunakan obat pencuci vagina, karena ternyata 15% penderita justru rutin mencuci vaginanya dengan obat pencuci.

Uang Gratis

selengkapnya >>