Tampilkan postingan dengan label hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hamil. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Agustus 2011

Tanda tanda seorang ibu akan segera melahirkan, kenali 4 tanda di bawah ini

0 komentar
Bagi Anda yang saat ini sedang hamil pertama, tentu ada beberapa pertanyaan dalam diri Anda tentang bagaimana tanda-tanda melahirkan. Bertanya kepada orang yang sudah berpengalaman, baik itu dokter maupun ibu, mertua bahkan sahabat Anda merupakan jalan yang baik. Bisa jadi informasi ini berguna juga untuk Anda :

1. Bercak darah

Bercak darah berwarna merah muda atau agak kecoklatan pada celana dalam. Bisa jadi ini merupakan tanda bahwa servik menunjukkan adanya perubahan dengan cara menipis atau mendorong kebawah sebagai persiapan melahirkan.

Bisa jadi waktu kelahiran semakin dekat, namun bukan dalam hitungan hari lagi tapi sudah dalam hitungan jam. Sebaiknya Anda mempersiapkan diri dan menghubungi suami dan kerabat dekat untuk mendampingi Anda.

2. Lendir yang agak menggumpal

Servik sebenarnya "disumbat" oleh segumpal lendir tebal yang melindungi bayi selama masa kehamilan dengan cara menahan sesuatu masuk kedalam uterus. Saat servik berubah dan semakin menipis, bagian dari gumpalan lendir itu sedikit-demi sedikit terlepas. Jumlah lendir yang keluar bisa sedikit, bisa juga banyak, tergantung seberapa cepat perubahan ini terjadi.

3. Ingin buang air besar

Perasaan mulas seperti ingin buang air besar (BAB). BAB adalah cara alamiah dari tubuh Anda saat akan melahirkan. Ini juga sekaligus membersihkan perut Anda dan memberi tempat pada bayi agar lahir dengan cepat melalui vagina.

4. Sakit Punggung

Terkadang punggung terasa nyeri dan pegal, namun kondisi ini timbul tenggelam. Hal ini menunjukkan terjadinya kontraksi, jika sakitnya terasa terus menerus maka bisa jadi tanda kelahiran semakin dekat dan menunjukkan bahwa posisi bayi sudah berada di tempat yang tepat.
selengkapnya >>

inilah 5 tanda seorang perempuan mengalami kehamilan

0 komentar
Pada kehamilan pertama, sebagian besar wanita tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil. Sehingga tidak berhati-hati ketika melakukan kegiatan yang berakibat pada keguguran. Ada beberapa tanda kehamilan seperti yang ada pada situs webMD.

1. Periode Haid yang terlewatkan
Apabila Anda mendapati periode haid Anda yang tidak kunjung datang beberapa bulan, bisa jadi Anda tengah hamil. Tapi ini bukan hal yang pasti, bisa jadi stres dan faktor lain memengaruhi kondisi hormon yang berakibat pada tidak teraturnya jadwal haid.

2. Sering ke kamar mandi
Sebagian besar wanita yang tengah hamil dilaporkan sering 'bolak-balik' kamar mandi untuk buang air kecil. Bahkan saat Anda terlelap di malam hari sekalipun. Hal ini disebabkan karena embrio telah tertanam di dalam uterus dan mulai memproduksi hormon ketika hamil yang disebut dengan Human Chorionic Gonadotropin (HCG). Hormon ini yang menyebabkan frekuensi buang air kecil semakin sering.

3. Lelah
Rasa lelah yang teramat sangat merupakan tanda awal kehamilan. Kelelahan terjadi akibat tingginya tingkat progesteron.

4. Morning Sickness.
Perasaan mualtidak hanya terbatas pada pagi hari, tetapi juga terasa baik pada siang maupun malam. Sebagian besar wanita hamil mangalami apa yang disebut morning sickness, yakni perasaan mual dan mabuk seharian. Separuh dari wanita tersebut muntah, tetapi sebagian yang lain mengalami dehidrasi dan kekurangan protein.

5. Perubahan pada Payudara
Jika Anda hamil, payudara Anda akan terasa lebih kenyal ketika di tekan, selain itu juga terasa sakit. Perubahan yang terjadi pada tubuh Anda, lazimnya juga akan merubah bentuk payudara Anda menjadi lebih besar. Namun, rasa sakit secara perlahan akan menghilang dengan sendirinya.

sumber : media indonesia
selengkapnya >>

cara menjaga kesehatan mulut untuk para bumil/ibu hamil

0 komentar
BAGI calon ibu, kehamilan merupakan masa paling rentan terhadap masalah kesehatan. Jadi, penting bagi para ibu hamil untuk lebih berhati-hati menjaga kesehatan namun sayangnya, kesehatan mulut sering terlupakan.

Padahal kesehatan mulut sangatlah penting untuk mendukung kesehatan tubuh sendiri dan pastinya janin. Memang ada hubungan antara kesehatan mulut perempuan hamil dan kesehatan janin. Bahkan, perempuan hamil yang memiliki penyakit periodontal mungkin tujuh kali lebih mungkin untuk memiliki bayi prematur. Dengan kebersihan mulut yang tepat dan diet kaya serat, mineral dan vitamin, ibu pastinya akan selalu sehat selama kehamilan. Berikut beberapa tips menjaga kesehatan mulut bagi ibu hamil:

1. Sikat gigilah setidaknya selama 3-4 menit setiap hari.
2. Gosok dengan sikat membentuk sudut 45 dan bulu berada di sepanjang garis gusi. Sikat lembut permukaan gigi bagian luar dengan gerakan melingkar.
3. Bilas mulut dengan obat kumur antimikroba secara teratur. Obat kumur memang lebih mampu mencapai bagian-bagian dari mulut yang tak bisa dicapai sikat gigi.
4. Gunakan benang gigi secara teratur untuk membersihkan area di antara gigi dan bukan dengan tusuk gigi.
5. Mempertahankan menu makan sehat dan asupan vitamin C.
6. Cobalah untuk mengurangi makanan bergula

sumber : media indonesia
selengkapnya >>

Rabu, 16 Februari 2011

Haid tidak Teratur, dapat menunda Kehamilan bahkan Sulit Didapat

0 komentar
Haid tidak Teratur, dapat menunda Kehamilan bahkan Sulit Didapat

Idealnya, siklus haid teratur setiap bulan dengan rentang waktu antara 21 sampai 35 hari setiap kali periode haid. Dengan siklus haid yang normal, secara fisiologis menggambarkan, organ reproduksi ibu cenderung sehat dan tak bermasalah. Sistem hormonalnya baik, ditunjukkan dengan sel telur yang terus diproduksi dan siklus haidnya teratur. Intinya, secara kasat mata ibu diyakini dalam kondisi sehat. Sehingga, dengan siklus normal ini, ibu akan lebih mudah mendapatkan kehamilan, menata rutinitas, menghitung masa subur, dan lainnya.Pada kenyataannya, tak semua perempuan memiliki siklus haid yang normal. Banyak di antara mereka yang siklus haidnya tidak teratur, yakni siklusnya tidak memiliki pola tertentu. Mungkin pada awalnya siklus haid lebih dari 35 hari, namun kemudian akan timbul perdarahan haid di luar siklus haid normal. Misal, siklusnya semula 35-40 hari tetapi bulan berikutnya bisa tidak haid selama 3 bulan. Di sisi lain, ada pula yang dalam sebulan bisa mengalami haid lebih dari sekali. Contoh, bulan ini haid terjadi tanggal 10, kemudian datang lagi pada tanggal 25 di bulan yang sama. Haid yang berlangsung kurang dari 21 hari dikategorikan siklus pendek.

Baik siklus pendek maupun panjang, sama-sama menunjukkan ketidakberesan pada sistem metabolisme dan hormonal. Dampaknya pun sama, yaitu jadi lebih sulit hamil. Pada siklus pendek, ibu mengalami “unovulasi” karena sel telur tidak terlalu matang sehingga sulit untuk dibuahi. Pada siklus panjang, hal ini menandakan sel telur jarang sekali diproduksi atau ibu mengalami ketidaksuburan yang cukup panjang. Jika sel telur jarang diproduksi berarti pembuahan akan sangat jarang terjadi. Padahal, haid merupakan tanda kalau ibu sedang subur.

Ketidakteraturan haid ini pun membuat ibu sulit mencari kapan masa subur dan tidak. Seharusnya, jika haid teratur, masa subur dapat ditemukan dengan mudah. Contoh, jika siklusnya 30 hari, maka masa subur diperkirakan 16 hari setelah hari pertama haid. Berbeda dengan siklus panjang dan pendek, sulit sekali menghitung masa subur karena tak ada rumus yang dapat digunakan.

Namun begitu, ibu tak perlu berkecil hati. Sebab, dengan kecanggihan pengobatan modern, hal ini bisa diatasi. Nanti dokter akan membantu ibu mencari apa penyebabnya, untuk kemudian diberikan solusinya yang tepat. Tentu diperlukan kerja sama yang lebih intens antara ibu dan pasangan dengan dokter. Mudah-mudahan dengan terapi yang dilakukan bisa membuat ibu segera hamil.

RAGAM Penyebab & Solusinya

Banyak penyebab kenapa siklus haid menjadi panjang atau sebaliknya, pendek. Namun, penanganan kasus dengan siklus haid yang tidak normal, tak berdasarkan kepada panjang atau pendeknya sebuah siklus haid, melainkan berdasarkan kelainan yang dijumpai. Penanganan dilakukan oleh dokter berdasarkan penyebabnya.

* Fungsi Hormon Terganggu

Haid terkait erat dengan sistem hormon yang diatur di otak, tepatnya di kelenjar hipofisa. Sistem hormonal ini akan mengirim sinyal ke indung telur untuk memproduksi sel telur. Bila sistem pengaturan ini terganggu, otomatis siklus haid pun akan terganggu.

Penanganan:

Jika terdapat kekurangan hormon, maka dapat ditambahkan hormon yang kurang tersebut (misal, kekurangan hormon estrogen, maka dapat ditambahkan hormon estrogen). Jika terdapat hormon yang berlebih, maka dilakukan pemberian obat tertentu sehingga kadar hormon kembali normal (misal, kadar hormon prolaktin yang berlebih dapat dikurangi dengan pemberian obat tertentu). Jika terdapat hormon yang tidak seimbang, maka ditambahkan hormon lain agar lebih seimbang.

* Kelainan Sistemik

Ada ibu yang tubuhnya sangat gemuk atau kurus. Hal ini bisa memengaruhi siklus haidnya karena sistem metabolisme di dalam tubuhnya tak bekerja dengan baik. Atau ibu menderita penyakit diabetes, juga akan memengaruhi sistem metabolisme ibu sehingga siklus haidnya pun tak teratur.

Penanganan:

Untuk mengatasi problem gemuk atau kurus sehingga sistem metabolismenya membaik adalah dengan mengatur pola makan yang tepat. Ibu bisa melakukan diet dengan panduan dari seorang ahli supaya asupan yang masuk sesuai dengan kebutuhan tubuh. Sedangkan untuk penderita diabetes kadar gula dalam darah atau kadar insulin dalam darah tinggi sehingga dapat menyebabkan gangguan siklus haid, pemberian obat antidiabetik atau obat insulin “sensitizer” dapat memperbaiki siklus haid kembali normal dan bahkan memperbaiki kesempatan untuk hamil.


* Stres

Stres jangan dianggap enteng sebab akan mengganggu sistem metabolisme di dalam tubuh. Bisa saja karena stres, si ibu jadi mudah lelah, berat badan turun drastis, bahkan sakit-sakitan, sehingga metabolismenya terganggu. Bila metabolisme terganggu, siklus haid pun ikut terganggu.

Penanganan:

Stres yang dapat menyebabkan perubahan siklus menstruasi adalah stres psikis yang berat seperti kesedihan yang sangat hebat (orangtua atau pasangan hidup atau anak meninggal dunia), atau kehidupan yang sangat menekan seperti kehidupan di dalam penjara wanita. Stres psikis yang hebat dapat meningkatkan hormon CRH atau kortisol, yang dapat mengganggu produksi hormon reproduksi. Untuk mengatasinya adalah dengan mengatasi stres itu sendiri lewat terapi yang dilakukan oleh ahlinya. Jika stres bisa diatasi, siklus haid bisa normal.

* Kelenjar Gondok

Terganggunya fungsi kelenjar gondok/tiroid juga bisa menjadi penyebab tak teraturnya siklus haid. Gangguan bisa berupa produksi kelenjar gondok yang terlalu tinggi (hipertiroid) maupun terlalu rendah (hipotiroid). Pasalnya, sistem hormonal tubuh ikut terganggu.

Penanganan:

Jika hormon tiroid terlalu tinggi maka perlu ditambahkan obat agar produksi kelenjar gondok menurun, dan sebaliknya jika hormon tiroid terlalu rendah maka perlu ditambahkan obat agar hormon tiroid kembali normal. Intinya produksi kelenjar harus sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh.

* Hormon Prolaktin Berlebihan

Pada ibu menyusui, produksi hormon prolaktinnya cukup tinggi. Hormon prolaktin ini sering kali membuat ibu tak kunjung haid karena memang hormon ini menekan tingkat kesuburan ibu. Pada kasus ini tak masalah, justru sangat baik untuk memberikan kesempatan pada ibu guna memelihara organ reproduksinya. Sebaliknya, jika tidak sedang menyusui, hormon prolaktin juga bisa tinggi, biasanya disebabkan kelainan pada kelenjar hipofisis yang terletak di dalam kepala.

Penanganan:

Produksi hormon prolaktin yang berlebihan dapat disebabkan oleh stres psikis yang hebat atau karena terdapat tumor pada kelenjar hipofisis yang menghasilkan hormon prolaktin lebih banyak. Untuk menekan produksi hormon prolaktin yang berlebih dapat diberikan obat saja, atau jika diperlukan dapat dilakukan operasi pembedahan untuk mengangkat tumor di kelenjar hipofisis tersebut.

FOKUS Pada KEINGINAN HAMIL

Banyak ibu yang gusar, gangguan siklus haid menghambatnya untuk memiliki anak. Bukan saja ibu yang belum memiliki anak, ibu yang sudah memiliki anak pun dapat mengalaminya. Pada kasus ini penanganan siklus haid yang tidak normal selalu memerhatikan apakah penderita masih berharap untuk hamil atau tidak. Jika masih ingin hamil, maka penanganannya harus difokuskan kepada upaya untuk membantu penderita menjadi hamil. Jika penderita tidak ingin hamil lagi, maka penanganannya cukup dengan mengatur siklus haidnya saja.
selengkapnya >>